Mengenal Jenis-jenis Standar ISO

Di era globalisasi, perusahaan menghadapi tantangan yang sangat serius, sehingga mereka pasti harus meningkatkan daya saing atau mati. Globalisasi berarti keterbukaan yang menghilangkan semua jenis hambatan dan tuntutan yang memengaruhi peningkatan mobilitas manusia, barang, dan jasa dari satu negara ke negara lain. Dan tentu saja, suka atau tidak, bisnis lokal harus siap untuk ditembus oleh perusahaan asing.

Untuk menanggapi perkembangan ini, diperlukan strategi bisnis yang cerdas, khususnya untuk meningkatkan daya saing produk, misalnya untuk bersaing dengan produk dari China yang membanjiri pasar lokal dengan harga yang relatif murah dan sifatnya masif. Dikataka guruakuntansi.co.id, Strategi bisnis yang digunakan dapat berbentuk kinerja internal dan eksternal. Peningkatan kinerja internal adalah salah satu upaya untuk meningkatkan sistem manajemen perusahaan menjadi lebih baik dan terorganisir. Melalui artikel ini kami mencoba untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa itu ISO dan tentang beberapa jenis standar ISO yang telah diterbitkan. Sebenarnya, ISO adalah singkatan dari International Organization for Standardization, meskipun secara teknis singkatannya adalah IOS, tetapi skrip standarnya adalah ISO.

Organisasi Internasional untuk Standardisasi adalah standar dunia yang didirikan untuk meningkatkan perdagangan internasional dalam perubahan barang dan jasa. Lembaga atau organisasi ini berbasis di Jenewa, Swiss. Lembaga ini telah menerbitkan banyak standar ISO, termasuk ISO 9001. Paling disukai adalah ISO 9001, tetapi ada juga banyak jenis standar lain yang diterbitkan oleh Organisasi Internasional untuk Standardisasi. Pada kesempatan ini kita akan membahas beberapa standar ISO yang banyak digunakan di perusahaan-perusahaan di Indonesia.

ISO 9001

ISO 9001 adalah sistem manajemen kualitas dan merupakan persyaratan sistem manajemen paling populer di dunia. ISO 9001 telah mengalami beberapa revisi dan revisi terbaru adalah ISO 9001: 2008. Fitur penerapan ISO 9001 adalah penerapan metode proses. Pendekatan proses ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi sistem manajemen mutu. Pendekatan ini mengharuskan organisasi untuk secara terus menerus mengidentifikasi, mengimplementasikan, mengelola dan mengimplementasikan peningkatan.

ISO 14001

Tidak seperti standar ISO 9001 yang berkaitan dengan sistem manajemen mutu, ISO 14001 adalah standar yang berisi persyaratan untuk sistem manajemen lingkungan. Konsep yang digunakan dalam ISO 14001 pada dasarnya sama dengan ISO 9001, yaitu peningkatan berkelanjutan hanya pada ISO 14001 untuk manajemen lingkungan.

Perusahaan yang menerapkan ISO 14001 harus dapat mengidentifikasi aspek dan dampak lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan mereka atau kegiatan pada aspek lingkungan. Dalam hal ini, tidak hanya pengelolaan limbah atau polusi, tetapi juga upaya kreatif untuk menghemat energi, air dan bahan bakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *