Hindari 5 Kesalahan Keuangan Ini jika Terjadi Resesi

Saat ini kita dihadapkan pada situasi yang sudah lama tidak kita hadapi yaitu resesi ekonomi. Beberapa dari Anda mungkin harus mengatur keuangan Anda di masa-masa sulit ini, bahkan membuat kesalahan terbesar. Untuk ini, Anda perlu mempersiapkan diri dengan baik. Banyak kesalahan skor kredit dalam mengelola keuangan di saat krisis, baik yang diukur dari skala terbesar sampai yang terkecil. Sebenarnya Anda bisa menghindari semuanya, tapi idealnya usahakan menghindari salah satu kesalahan tersebut.

Setidaknya menghindari salah satu kesalahan tersebut akan membuat kantong sedikit lebih kuat. Mengutip Wall Street Journal, berikut beberapa kesalahan yang dilakukan orang selama krisis. Semoga Anda bisa menjauh darinya.

1. Dana darurat

Kita sudah tahu bahwa dana darurat sangat penting dalam situasi tidak aman dan tidak terduga. Jadi mengapa Anda masih menolak untuk memupuk? Perhatikan kedua kelompok ini. Kelompok pertama terdiri dari orang-orang yang mengalami kesulitan keuangan, tetapi memilih untuk hidup sedikit lebih nyaman daripada menggunakan semua tabungan mereka. Ini biasanya terjadi ketika tabungan mental seseorang membuat tabungan atau dana darurat menjadi sangat sakral bagi mereka.

Kelompok kedua terdiri dari orang-orang yang memiliki dana darurat yang cukup, tetapi tidak menghadapi masalah keuangan. Orang-orang ini sedang mempertimbangkan untuk menginvestasikan sebagian dari tabungan mereka, karena nilai pasar saham rendah. Tujuannya untuk memperkuat posisi keuangan jangka panjang mereka. Dari dua kasus ini, bukankah dana darurat sangat penting?

2. Abaikan skor kredit

Salah satu kesalahan paling umum adalah mengabaikan skor kredit Anda pada saat krisis. Namun, jika dipikir-pikir, skor kredit Anda akan memengaruhi besarnya hipotek dan tingkat bunga kredit Anda. Oleh karena itu, sangatlah penting, bahkan di saat-saat sulit, untuk membayar tagihan Anda tepat waktu. Tapi jangan terlalu mengandalkan kartu kredit, apalagi buka kartu kredit baru dalam waktu dekat. Sekadar catatan, memastikan skor / skor kredit kami tetap stabil atau meningkat akan menghemat pengeluaran Anda seiring waktu dalam hal bunga dan biaya.

3. Jangan membicarakan uang dengan pasangan Anda

Pandemi ini menyebabkan banyak orang menghadapi masalah keuangan. Situasi ini mungkin merupakan reaksi yang wajar jika Anda sering menghindari pembicaraan tentang keuangan Anda saat ini. Namun, penelitian menunjukkan bahwa berdebat tentang uang dengan pasangan di masa-masa susah seperti ini, dapat melanggengkan hubungan dan keluar dari masalah jika diskusi dilakukan dengan benar.

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah meluangkan waktu untuk membahas masalah keuangan secara rutin. Pembicaraan terencana ini lebih efektif karena kedua mitra dapat mempersiapkan dan mengantisipasi diskusi di masa mendatang. Persiapan ini mengarah pada percakapan yang lebih tenang dan konstruktif. Percakapan yang terorganisir ini juga memiliki manfaat bagi pasangan melihat tantangan keuangan sebagai masalah yang umum. Dengan demikian, perspektif bersama ini diterjemahkan menjadi kolaborasi yang lebih baik. Akhirnya, pemulihan keuangan dengan cepat dan konflik hubungan mereda.

4. Stagnasi profesional

Mentalitas menunggu menghalangi banyak orang untuk secara proaktif mengelola karir mereka pada saat krisis. Mereka bertahan di perusahaan karena loyalitas, kenyamanan dan keamanan dalam bekerja tidak selalu terjamin. Dengan mencari peluang kerja, orang dapat menegaskan nilai mereka, menguji lingkungan bisnis, dan membuat keputusan yang tepat tentang situasi pekerjaan mereka saat ini.

5. Bermimpi menjadi seorang pengusaha

Ketika ekonomi menurun, banyak orang menahan diri untuk memulai bisnis kecil. Memang saat terjadi krisis, penurunan bisa menjadi peluang besar untuk mendapatkan kredit lebih murah dan mendapatkan banyak diskon. Banyak program pemerintah diluncurkan selama resesi untuk mendorong pengusaha memulai usaha kecil. Selain itu, karena sebagian besar resesi ekonomi berlangsung singkat, memulai bisnis selama penurunan ekonomi dapat membuahkan hasil dengan cepat ketika ekonomi mulai tumbuh kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *