BI Checking Telah Berpindah Ke Tangan OJK

Sebelum mengajukan pinjaman rumah seperti hipotek atau hipotek, ada baiknya Anda menentukan status BI checking Anda sebelum memulai proses aplikasi pinjaman. Penting untuk memastikan status Cek BI atau riwayat kredit pribadi Anda, sehingga seluruh proses pengajuan hipotek dan hipotek yang Anda lakukan pada akhirnya tidak ditolak oleh bank. Bank tidak akan melanjutkan aplikasi kredit Anda jika BI Checking menunjukkan riwayat kredit terbaru. Ini masuk akal bagi Bank mengingat tingginya nilai pinjaman rumah, tentu saja bank akan mengambil langkah-langkah pencegahan hutang yang buruk.

Karena BI Checking ini akan menentukan riwayat kredit Anda, Anda harus terlebih dahulu memahami rincian BI Checking, termasuk cara melihat dan membersihkannya hingga permohonan kredit Anda disetujui oleh bank. BI Checking adalah proses verifikasi apakah kredit telah tertagih atau tidak. Semua informasi ini tersedia di sistem informasi debitur.

Sistem informasi hutang itu sendiri adalah sistem dimana terdapat identitas debitur, pemilik dan manajemen, persiapan dana / pinjaman yang diterima, jaminan, penjamin dan kolektor. Data dalam CIS dikumpulkan dari data kreditor yang disediakan oleh staf kantor informasi kredit. Data diterima oleh BI setiap bulan. Setelah itu, data ini akan diproses dan hasilnya akan diberikan kepada staf kantor informasi kredit yang meminta BI Checking.

Bank Indonesia akan mengeluarkan SID jika lembaga keuangan yang Anda gunakan untuk pinjaman memintanya. Orang yang memiliki akses ke BI Checking adalah lembaga keuangan bank dan bukan anggota bank dari kantor informasi kredit. Seperti disebutkan sebelumnya, bank akan mengambil tindakan pencegahan terhadap kredit macet atau kredit macet.

Bank sangat menghindari kredit macet, karena tingkat kredit macet menentukan apakah bank sehat atau tidak. Tingginya tingkat pinjaman mengindikasikan bahwa bank kekurangan modal dan dianggap tidak sehat. Untuk menekan data NPL, bank mengambil tindakan pencegahan dengan hanya menerima proposal kredit untuk calon peminjam. Bank akan menolak aplikasi kredit dari calon peminjam dengan skor BI Periksa 3, 4 dan 5. Peminjam kredit dengan nilai BI Checking bahkan akan masuk daftar hitam.

Sebaliknya, kreditor dengan BI Checkinga skor 1 dan 2 dapat bernapas lega. Bank lebih suka karena dianggap risiko minimum untuk pembiayaan kredit. Mulai 1 Januari 2018, Inspeksi SID atau BI, yang semula dilakukan oleh Bank Indonesia, akan berpindah tangan dan menjadi tanggung jawab otoritas jasa keuangan (OJK). Transfer kekuasaan ini terkait dengan peluncuran sistem informasi keuangan (SLIK).

Dengan SLIK, akses ke informasi tentang debitur tidak lagi terbatas pada lembaga perbankan dan lembaga keuangan. Saat ini, semua lembaga keuangan non-bank memiliki akses dan kewajiban untuk mengirimkan data utang mereka ke OJK. Akses ke lembaga keuangan yang lebih besar dan terintegrasi harus mengurangi tingkat kredit macet serendah mungkin. Perlu juga dicatat bahwa melalui SLIK, OJK dengan Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) saling terkait. Ketiga lembaga ini bertukar dan mengakses informasi. Beberapa informasi yang relevan adalah informasi bank, neraca bank, laporan inspeksi bank yang diberikan oleh BI, LPS dan OJK, dan informasi lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *